Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Akurat

Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Akurat - Kehamilan adalah momen dimana keluarga Anda akan merasa sangat bahagia. Kehadiran buah hati selalu membuat rumah menjadi sangat hangat. Berbagai tanda kehamilan yang sudah dirasakan bisa menjadi hal yang sangat ditunggu. Apapun itu, entah gejala hamil anak kembar atau tunggal akan menjadi hal penting untuk keluarga, terutama ibu yang sangat ingin hamil. Segera setelah dokter menyatakan kehamilan Anda, maka saat itu dokter akan memperkirakan waktu kelahiran. Waktu kelahiran akan dihitung berdasarkan perkiraan usia kehamilan.

Cara menghitung usia kehamilan secara manual, Cara Menghitung usia kehamilan 1 minggu, cara menghitung usia kehamilan menurut islam, cara menghitung usia kehamilan jika lupa hpht, rumus menghitung usia kehamilan dalam kebidanan, kalkulator kehamilan dan perkembangan janin, kalender hamil putar, cara menghitung usia kehamilan dengan rumus 4 1/3, kalkulator kehamilan dan berat janin.

Kehamilan memang merupakan momen yang sangat bahagia untuk seorang suami istri, namun tidak untuk seorang wanita yang hamil diluar nikah atau akibat pemerkosaan. Jika terjadi hal semacam ini tentu pihak wanita pasti akan merasakan panik dan cemas, jika hal semacam ini terjadi langkah pertama adalah Anda harus mengetahui usia kehamilan terlebih dahulu, lalu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang akurat silahkan dimask baik-baik dibawah ini.

1. Pemeriksaan USG
Metode lain untuk menghitung usia kehamilan adalah dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter kandungan yang memang sudah ahli dalam bidang ini. Perkiraan usia kehamilan diprediksi bisa dilakukan sekitar 5 sampai 6 minggu setelah periode terakhir menstruasi. Selain itu perkiraan usia kehamilan juga bisa dilakukan USG pada saat usia janin saat masuk usia 8 minggu hingga 18 minggu.

Kelebihan:
Metode ini akurat untuk ibu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, namun tetap ingat kapan menstruasi terakhir.

Kekurangan:
Metode ini tidak akurat untuk cara menghitung usia kehamilan, jika dilakukan pada pertengahan kehamilan. Hal ini menghambat untuk ibu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, dan menggunakan alat kontrasepsi.

Bagaimana Cara Pemeriksaan USG
Pemeriksaan USG dilakukan dengan menggunakan transduser yang diletakkan diatas perut. Namun pemeriksaan ini menjadi tidak efektif karena janin yang kecil tidak bisa terlihat dengan jelas. Maka dokter biasanya akan melihat kondisi janin Anda dengan menggunakan USG endovaginal. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan alat khusus melalui vagina untuk melihat janin dengan resolusi yang lebih besar.

Apa yang Terlihat dari Pemeriksaan USG? Dalam pemeriksaan USG yang menggunalan alat USG endovaginal, maka ada empat bagian yang terlihat jika Anda hamil, yaitu:

    1. Kantong kehamilan yaitu sebuah kantung air yang sebenarnya berisi janin.
    2. Fetal yaitu sebuah janin ringan yang menggambarkan calon bagian lengan dan kaki. Bentuknya sangat bervariasi, tergantung dari usia kehamilan.
    3. Kantung kuning telur yang berisi struktur khusus yang berisi makanan untuk janin ketika plasenta juga baru berkembang.
    4. Jika ada kehamilan kembar maka bisa ditemukan apakah janin ada dua, tiga atau seterusnya. (baca: ciri ciri hamil anak kembar – tanda awal kehamilan kembar)

Bagaimana Jika Hanya Terlihat Kantung Janin
Kantung janin terbentuk karena ada kehamilan yang sangat awal, atau bahkan jika janin sebenarnya belum berkembang dalam kantung janin. Namun kantung janin yang kosong bisa menjadi salah satu pertanda kehamilan ektopik atau janin tidak berkembang. Kehamilan ektopik akibat kehamilan yang bisa terjadi pada bagian tuba falopi. Ini adalah kondisi kehamilan yang bisa menyebabkan pendarahan dan kematian bagi ibu hamil.

Tidak Ada Detak Jantung dalam Pemeriksaan USG
Pada pemeriksaan USG yang dilakukan saat awal kehamilan, maka mungkin Anda tidak akan menemukan detak jantung. Ini adalah kondisi yang normal dan Anda tidak perlu khawatir. Untuk memastikan kondisi janin, maka pemeriksaan USG akan diulang pada jadwal pemeriksaan kehamilan selanjutnya. Jika memang tidak ditemukan detak jantung, maka kemungkinan janin tidak berkembang atau janin yang meninggal dalam kandungan.

Kepastian Pemeriksaan USG untuk Menghitung Usia Kehamilan
Pada dasarnya usia kehamilan yang paling pasti bisa diukur dari kapan terakhir Anda menstruasi pada periode terakhir. Namun untuk ibu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, maka pemeriksaan USG sangat penting untuk dilakukan. Pemeriksaan USG akan menentukan usia kehamilan dan perkiraan hari lahir. Namun metode ini paling akurat jika dilakukan pada trimester pertama. Pengukuran bagian tiang janin dari ujung hingga ke ujung (CRL), pengukuran ini bisa menyimpulkan usia janin dalam waktu 5 sampai 7 hari setelah tidak ada menstruasi. Pengukuran ini juga sangat baik untuk wanita yang menggunakan kontrasepsi dan tidak memiliki menstruasi teratur seperti penggunaan pil KB.

2. Periode Menstruasi Terakhir
Untuk ibu yang memiliki siklus menstruasi terakhir, maka menghitung usia kehamilan bisa dilakukan berdasarkan tanggal periode menstruasi terakhir. Caranya adalah dengan menghitung usia kehamilan dari hari pertama menstruasi terakhir. Perhitungan ini tidak dilakukan berdasarkan tanggal perkiraan pembuahan. Jadi perkiraan hari lahir anak bisa diperkiraan sekitar 40 minggu setelah hari pertama menstruasi dari periode terakhir. Namun perkiraan hari kelahiran bayi Anda mungkin bisa saja maju atau mundur dari tanggal target. (baca juga: ciri menstruasi akan datang – akibat telat haid)

Kelebihan:
Perhitungan usia kehamilan dengan metode ini sangat mudah dan ibu bisa menghitung sendiri tanpa bantuan dokter. Namun perkiraan hari lahir tidak bisa dipastikan meskipun sudah bisa ditemukan tanggal pasti bayi akan lahir.

Kekurangan:
Perhitungan ini tidak bisa dilakukan untuk wanita yang memiliki siklus periode menstruasi tidak teratur. Wanita yang tidak ingat kapan terakhir menstruasi juga tidak bisa menerapkan metode ini untuk menghitung usia kehamilan. (baca: penyebab haid tidak teratur – efek samping pil KB)

Cara Perhitungan Usia Kehamilan
Cara perhitungan usia kehamilan dengan menggunakan hari pertama menstruasi terakhir atau disingkat HPTP dilakukan berdasarkan rumus Naegele.  Perhitungan  sangat efektif untuk wanita yang memiliki siklus haid selama 28 sampai 30 hari. Cara perhitungan berdasarkan beberapa hal yaitu:

    HPTP + 7 hari
    Bulan haid – 3 bulan
    Tahun haid + 1

Contoh :

HPTP 16 Agustus 2014, jadi:

16 – 7= 9 (tanggal)

Agustus (8) – 3 = 5 (mei ), bulan

2014 + 1 = 2015 (tahun).

Jadi kemungkinan bayi Anda akan lahir pada tanggal 9 Mei 2015. HPL atau perkiraan hari perkiraan lahir selalu memiliki rumus dikurang atau ditambah 7, jadi kemungkinan HPL bayi Anda sekitar 2 – 16 Mei 2015.